Senin, 30 Mei 2011

pemerintah kabupaten melawi


Kabupaten Melawi adalah sebuah kabupaten di provinsi Kalimantan Barat. Kabupaten Melawi dilewati oleh tiga sungai yaitu Sungai Kayan, Sungai Melawi dan Sungai Pinoh. Kabupaten Melawi berbatasan dengan kecamatan Dedai, Kabupaten Sintang di sebelah utara, dengan kecamatan Tumbang Selam, Kabupaten Kota Waringin Timur provinsi Kalimantan Tengah di sebelah selatan, dengan kecamatan Serawai Kabupaten Sintang di sebelah timur dan dengan kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang di sebelah barat.


Profil Melawi
image002apang-semangaiKabupaten Melawi merupakan salah satu Kabupaten yang berada di Propinsi Kalimantan Barat. Kabupaten ini terletak di antara garis 07′-1020′ Lintang Selatan dan 1117′-11227′ Bujur Timur. Kabupaten Melawi berbatasan dengan kecamatan Dedai, Kabupaten Sintang di sebelah utara, dengan kecamatan Tumbang Selam, Kabupaten Kota Waringin Timur provinsi Kalimantan Tengah di sebelah selatan, dengan kecamatan Serawai Kabupaten Sintang di sebelah timur dan dengan kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang di sebelah barat. Daerah Kabupaten Melawi mempunyai luas wilayah 10.640,80 Km serta memiliki tujuh Kecamatan dengan Nanga Pinoh sebagai ibukotanya.
Sebagian wilayah Menukung yang merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Melawi, termasuk dalam Taman Nasional Bukit Baka seluas 180.000 hektar yang ditumbuhi 817 jenis pohon serta beragam fauna. Taman nasional yang mencerminkan kehidupan alami hutan tropis ini juga membentang di atas tanah kabupaten tetangga, bahkan provinsi tetangga karena posisinya ada di perbatasan Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.
Kecamatan Menukung dan Ella Hilir juga memiliki potensi lain. Permukaan tanah yang relatif lebih landai dibanding perbukitan di bagian barat berpeluang untuk pembudidayaan kelapa sawit. Bagi pengusaha yang ingin menanamkan modal di Kecamatan Menukung dan Ella Hilir, tersedia sekitar 80.000 hektar lahan yang menunggu diubah menjadi perkebunan kelapa sawit.
Di Kecamatan Belimbing terdapat sebuah perkebunan besar dengan bendera PT Sinar Dinamika Kapuas (SDK) yang mengadopsi pola plasma inti. SDK tak hanya mengusahakan perkebunan, tetapi sekaligus menyediakan pengolah sawit menjadi minyak sawit mentah atau crude palm oil. Tak hanya sawit dari Melawi saja yang diolah, sawit dari Kabupaten Sintang juga dikirim ke Belimbing untuk diproses lebih lanjut.
Di sektor pertanian tanaman pangan menjadi sektor penting dalam ekonomi Melawi. Mayoritas penduduk atau tepatnya 44,3 persen mencari nafkah dengan bertani palawija dan padi. Para petani umumnya bercocok tanam di lahan kering yang dibagi dua. Sebagian untuk padi ladang atau palawija, sisanya ditanami karet. Getah-getah karet dari kebun-kebun rakyat serta satu perkebunan swasta yang telah diolah menjadi bentuk kotak putih dikirim ke Kabupaten Pontianak untuk diproses menjadi barang setengah jadi yang siap ekspor.
Geografis
Struktur, Luas, dan Jarak ke Ibukota Provinsi
Nama Kabupaten/Kota
Ibukota
Luas (km2)
Jarak ke Ibukota Provinsi (km)
Kabupaten Melawi
Nanga Pinoh
10,644
490
Tata Guna Tanah
Tata Guna Tanah
Kampung/Permukiman
1,475.00
Ha
Industri
-
Ha
Sawah
3,826.00
Ha
Tanah Kering
124.00
Ha
Kebun Campuran
1,528.00
Ha
Perkebunan
36,947.00
Ha
Hutan
922,030.00
Ha
Semak, Padang Rumput
23,265.00
Ha
Lahan Kosong, Rusak
61,168.00
Ha
Perairan dan Lainnya


Demografis
Statistik Penduduk Menurut Jenis Kelamin
Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin di Kabupaten Melawi (Data Tahun 2006)
Tahun
2005
2006
Statistik Penduduk
Jumlah Pria
82,956
84,175
jiwa
Jumlah Wanita
77,950
79,041
jiwa
Jumlah Total
160,906
163,216
jiwa
Pertumbuhan Penduduk
-
1.44
%
Kepadatan Penduduk
-
-
per km2
Sarana dan Prasarana
Bandara
No
Nama Bandara
Lokasi Bandara
Deskripsi
1
Bandara Nangapinoh
Nangapinoh
Bandara Nangapinoh ini memilki Panjang Landasan / Arah / PCN : 1.000 x 23 m / 05-23 / 5 FCZU. Tergolong Kelas : IV. Kemampuan, bisa untuk mendarat Jenis Pesawat : C-212, serta memiliki Terminal Domestik : 100 m2.
Jenis Pesawat yang Bisa Mendarat: C-212
Komoditi
Profil Komoditi
Menampilkan 1 sampai 5 dari 5
No
Sektor / Komoditi
Unggulan / Tidak
Deskripsi
1
Primer-Perkebunan:Kelapa Sawit
Unggulan
Produksi Tahun Terakhir (2006) : 22,674.00 Ton
2
Primer-Perkebunan:Karet
Unggulan
Produksi Tahun Terakhir (2006) : 8,949.00 Ton
3
Primer-Perkebunan:Kopi
Unggulan
Produksi Tahun Terakhir (2006) : 22.00 Ton
4
Primer-Perkebunan:Kelapa
Unggulan
Produksi Tahun Terakhir (2006) : 989.00 Ton
5
Primer-Perkebunan:Lada
Unggulan
Produksi Tahun Terakhir (2006) : 20.00 Ton
Ketersediaan Lahan
Menampilkan 1 sampai 5 dari 5
No
Sektor/Komoditi
Luas Lahan/Potensi
1
Perkebunan: Karet
Lahan yang Sudah Digunakan (Ha): 15,660
2
Perkebunan: Kelapa
Lahan yang Sudah Digunakan (Ha): 921
3
Perkebunan: Kelapa Sawit
Lahan yang Sudah Digunakan (Ha): 6,404
4
Perkebunan: Kopi
Lahan yang Sudah Digunakan (Ha): 162
5
Perkebunan: Lada
Lahan yang Sudah Digunakan (Ha): 196
Institusi Terkait
Menampilkan 1 sampai 2 dari 2
Bidang Pelayanan Institusi
<!–
–>
Jl. Propinsi No. 67 Desa Sido Mulyo
Contact Person :
Telp : 0568 – 22435
Fax :
Email :
Website :
<!–
–>
No
Nama Institusi
Alamat
Deskripsi
1
Dinas Perindagkop dan Naker

Jl. Propinsi No. 67 Desa Sido Mulyo
Telp.: 0568 – 22435
2
Kamar Dagang dan Industri Indonesia Kabupaten Melawi

Jl. Prof. Desa Sidomulyo No. 101, Depan Terminal Nanga Pinoh
Telp.: 62-568 21175
Sumber Data:
Kalimantan Barat Dalam Angka 2007
(01-6-2007)
BPS Provinsi Kalimantan Barat
Jl. Sutan Sjahrir No. 24/42, Pontianak 78121
Telp (0561) 735345, 765742
Fax (0561) 732184
Sumber tulisan : regionali


November 17, 2009
Pendidikan berbasis ICT (Informasi Comunikasi Teknology) atau TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) dalam bahasa indonesia, saat ini sudah sangat pesat berkembang di berbagai daerah. Kebutuhan akan berbagai media interaktif  semakin dirasakan, mengingat kondisi perkembangan teknologi informasi (TI) semakin berkembang pesat. Dalam dunia pendidikan misalnya siswa mulai dari pra-sekolah, SD, SMP dan SMU/SMK dituntut untuk mengenal TI sejak dini. Kebutuhan ini tidak hanya sebagai wacana tetapi dilegalisasi melalui terbitnya Kurkulum 2004 yang memasukan mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di sekolah, lebih khusus lagi SMK TI secara spesifik mempelajari TI sebagai suatu keahlian produktif.
Untuk menunjang masuknya TI di sekolah, pemerintah secara bertahap membantu sekolah-sekolah dengan memberikan perangkat hardawre komputer sebagai alat peraktek dan ditunjang dengan diberikannya BOM (bantuan perasional Manajemen) yang salah satunya harus dibelanjakan untuk membeli software komputer untuk menunjang pembelajaran TI dan penguasaan materi pelajaran umum dengan bantuan TI. Dengan demikian jelas bahwa kebutuhan bahan pembelajaran berbasis ICT sebagai alat untuk membantu siswa menguasai TI dan materi pelajaran umum lainnya dengan lebih cepat, menyenangkan dan meningkatkan hasil belajar, menjadi kebutuhan yang mendesak untuk tercapainya kualitas pembelajaran yang diharapkan.
Selain sebagai sarana untuk meningkatkan motivasi belajar siswa, pembelajaran berbasis ICT juga dapat mempermudah guru dalam menyampaikan materi pembelajaran, membiasakan guru untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan jaman yang semakin pesat saat ini. Sudah saatnya guru sedikit demi sedikit membiasakan diri mengajar menggunakan media berbasis ICT, tidak hanya mengandalkan buku yang sudah berbagai generasi redaksinya hanya itu-itu saja sehingga sudah sangat hapal diluar kepala.
Lalu bagaimana perkembangan ICT di Kabupaten Melawi yang kita cintai ini? apakah sudah mulai diterapkan di sekolah-sekolah atau masih menjadi sebuah wacana saja? jika sudah, maka yang harus kita pikirkan sekarang adalah bagaimana membiasakan guru berkreasi tidak hanya sebagai pemakai jasa Media berbasis ICT tetapi juga sebagai creator yang membuat dan mengembangkan media-media tersebut sesuai dengan keadaan sekolah masing-masing. Namun jika belum, maka ini menjadi tugas penting kita semua untuk memikirkan bagaimana caranya agar sekolah-sekolah di daerah kabupaten Melawi bisa merasakan nilai positif dari perkembangan ilmu dan teknologi sekarang ini.
Bravo Pendidikan Melawi
By: Suhermanto



Juni 20, 2009
DSC03375Acara yang diselenggarakan di loby utama gedung Ambarukmo Plaza ini lumayan ramai dikunjungi pengunjung. Baik yang memang berniat melihat pameran ini atau pun yang kebetulan berbelanja atau jalan-jalan di Ambarukmo plaza ini. Maklum Ambarukmo plaza adalah salah satu Plaza yang terkenal di Yogyakarta.
Kurang lebih 50 puluhan peserta pameran dari berbagai kabupaten dari seluruh indonesia ikut dalam pameran ini termasuk salah satunya Kabupaten Melawi. Terus terang penulis cukup bangga dengan kepedulian pemerintah kabupaten Melawi terhadap warisan budaya kabupaten Melawi. Dibalik rasa bangga terbersit pula rasa minder penulis ketika pertama kali melihat stan Melawi yang sangat sederhana dan terkesan sangat gersang tanpa hiasan ornamen apapun di dinding-dinding tempat memajangkan benda-benda budaya hasil kerajinan Melawi. Dibandingkan dengan peserta yang lain, terkesan Kabupaten Melawi kurang persiapan dalam mempersiapkan agenda ini. Maaf  kalau sedikit mengkritik, penulis hanya memaparkan apa yang penulis lihat.
Penulis sempat berkeliling melihat-lihat peserta yang lain, tanpa sengaja penulis bertemu dengan stan Kabupaten Singkawang  yang sangat menarik, selain barang-barang yang di pamerkan beraneka ragam, stan Kab. Sinkawang ini dijaga oleh beberapa wanita cantik asal kabupaten singkawang. Di stan ini penulis sempat berbincang-bincang sedikit membeli ikan asin asli singkawang.
Sementara itu, barang-barang pameran dari Melawi yaitu berupa dua bilah Mandau besar, empat bilah mandau kecil, satu perisai dan beberapa barang anyaman berupa topi dan lain-lain. Penulis sadar, bahwa kekurang persiapan ini dikarenakan jarak pameran yang cukup jauh dari kabupaten Melawi, jika harus membawa banyak barang tentunya dana yang dibutuhkan juga tidak sedikit. Namun menurut penulis jika kita benar-benar igin memperkenalkan kebudayaan melawi masalah dana mungkin bisa diatasi misalya dengan mencari sponsor yang bersedia membantu pendanaan untuk acara-acara seperti ini.
Saran dari penulis, kedepan jika ada kegiatan-kegiatan seperti ini, pihak pemerintah bisa minta bantuan/menghubungi  mahasiswa asal Kab. Melawi yang berada di daerah tempat diselengaraknnya kegiatan tersebut. setau saya para pelajar atau mahasiswa asal Kab. Melawi bertebaran diberbagai daerah di Indonesia terutama di Pulau Jawa dan di Kalimantan itu sendiri. Beri kepercayaan kepada mereka untuk membantu pemerintah Melawi untuk mempersiapkan segala keperluannya, misalnya pemesanan tempat sampai dekorasi stan bahkan jika punya waktu luang bisa menjadi penjaga stan. Memang membutuhkan sedikit imbalan untuk itu semua, paling tidak untuk uang lelah selama mempersiapkan acara seperti ini. Tapi menurut saya itu tidak jadi masalah.
Namun sekali lagi, penulis cukup bangga dengan Melawi yang telah ikut andil dalam kegiatan-kegiatan sperti ini, mudah-mudah kebudayaan melawi bisa dikenal seantaro indonesia bahkan dunia lewat acara-acara seperti ini.
“WUJUDKAN KEBUDAYAAN MELAWI MENJADI KEBUDAYAAN YANG GO NASIONAL DAN GO INTERNASIONAL”
Jika Kita Berusaha, Semua Pasti Bisa.
berikut penulis berikan hasil jepreatan selama melihat acara tersebutDSC03362
DSC03356
DSC03383



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar